Jumat, 30 November 2012

CERITA CINTA TUMBUH DILEMBAGA PESANTREN


Di sepanjang hidupku aku belum pernah melakukan yang namanya percintaan, Ketika aku baru mengenal  wanita saat itu yang kutemui adalah sosok seorang wanita yang memakai jilbab dan pakaian serba warna orange dengan berselimut jaket warna hitam dia sedang duduk di lantai sambil membaca buku  kelihatan sangat  canti………………………ik sekali  ! hatiku  terharu ketika melihat betapa cantiknya wanita tersebut,  di dalam hatiku berkata “ Ya Alloh betapa besarnya kekuasan-Mu itu. Ini saja masih di dunia saya tidak bsia membayangkan betapa cantiknya bidadari yang berada di syurga yang telah engkau ciptakan  buat orang-orang yang beriman pasti lebih cantik dan lebih sempurna lagi “ dengan hal ini  saya ingin mengenal wanita tersebut lebih dalam lagi dengan tujuan utama mencintai ciptaan alloh yang sangat indah sebagai rasa syukur cintaku kepada-Nya.
Ketika itu aku masih  duduk di bangku SLTA, diantara teman-temanku banyak yang berasal dari luar daerah antara lain dari Malang, Bojonegoro, Demak, Tuban, dan Lamongan. Banyak orang yang mengatakan bahwa kisah di sekolah itu merupakan kisah yang terindah yang tidak mudah dilupakan, orang yang belum pernah mengalami peristiwa –peristiwa atau kejadian—kejadian yang telah dialami  sendiri masih banyak yang belum percaya memang kenyataannya seperti itu seperti halnya kisah yang telah aku alami.
Temanku yang sangat dekat pada waktu itu adalah Amin dia berasal dari tumpanng-malang, persahabatanku dengan dia seperti halnya kursi dan meja yang mana biasanya disitu ada kursi pasti ada meja. Amin adalah anak santri yang belajar di pesantren sekaligus sekolah di  umum Karena dia ingin sekali untuk mencapi cita-citanya yaitu hidup di dunia dan kehidupan akhirat sesuai dngan sabda  rosululloh SAW “ Barang siapa yang mengharapkan kehidupan di dunia maka dengan ilmu dan barang siapa yang mengharapkan kehidupan akhirat  , .
                Di saat pagi  yang cerah, matahari tetrbit dari timur, dan air embun didaunan yang hijau mulai meresap. Aku berangkat sekolah berjalan dengan perjalanan sekitar 200 meter melewati jalan dengan penuh rintangan seperti jalan berlubang-lubang, jalan becek dan jalan berbatuan. Walaupun jalannya seperti itu kalau kita nikmati pasti senang, setelah tiba di sekolahan aku berada di samping kelas eeehc…………. Kebetulan ada cewek yang kemarin pernah kulihat itu sedang berjalan dengan memakai seragam yang sama denganku  karena dia adalah adik kelasku akupun menyapanya
Aku menyapa begini “ hai……………….. mbak  assalamualaikum “  saya sambil tersenyum…….!
Cewek tersebut berkata” Wa’alaikum salam Wr. Wb “dengan terlihat sangat manis
Share on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright SASTRA MADIREDO2012 | Madiredo Blogger.com.
Oleh sothe six | Al Pujoni Panji Larass and Untuk semua